Rasa itu, , rasa itu datang. Berdebar di jantung, manis disetiap kata. Entah sesuatu apa yang dapat membuatku seperti ini. Dag Dig Dug, , itulah yang kurasakan. Gugup? Ya memang kugugup. Tapi ku gugup bukan karena ku akan pentas di depan umum dilihat oleh seluruh masyarakat. Ku gugup karena lirikan itu, lirikan yang membuatku tak bisa berkata apapun. Bahkan jika ditanya aku hanya bisa menjawab "Ya" dan "Tidak". Tak ada kata selain itu yang bisa ku keluarkan dari mulut ini. Saat kau masih melirikku, aku hanya bisa menunduk seakan-akan ku tak tahu bahwa kau ada di depanku. Namun ketika kamu beralih pandangan dari diriku, kumulai curi-curi kesempatan. Kini gilirku mulai melirik dirimu, tak henti-henti kutatap dirimu. Senyummu, matamu yang selalu membuatku ingat akan dirimu. Saat pertama kali aku melihatmu, *deg matamu sungguh tajam. Membuat seluruh tubuhku terpaku. Mulutku seperti membisu. Saat ingin sekali ku menyapa dirimu tapi apa daya, ku tak kuasa melawan kegugupan itu. Dan kuhanya terus dan terus melirik dirimu tanpa berkata apapun.
Created By : Revita Pirena P
Followers
Minggu, 10 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar