Surat Terakhir
Pagi yang cerah, suara burung
berkicauan, dan hembusan angin yang sepoi-sepoi menambah keindahan pagi hari
gadis cantik bernama Clara. Dia bersekolah di SMA Negeri 47 Jakarta. Setiap
pagi dia pergi ke sekolah bersama dengan sahabatnya Salsa. Namun hari ini ia
tak pergi bersama salsa karena salsa sedang sakit.
---SKIP---
“Pagii clara”, sapa seseorang
dari belakang
“Pagi juga baale”, jawab salsa
lemas
“Kamu kenapa? Kok tumben ngga
bersemangat gitu?”, tanya iqbaal heran
“Salsa sakit baale dan dia gak
masuk hari ini. jadi aku gak ada temennya deh (-_-!)”,
“Tenang aja kan ada aku”, jawab
iqbaal dengan rayuannya
“Ahh iqbaal, orang lagi sedih
juga. Udah ahh”, lalu clara pergi meninggalkan iqbaal.
Sepanjang hari itu clara hanya
menyendiri dan lebih memilih membaca buku dikelas.
“Clara ke kantin yukk”, ajak
ivana yang sedari tadi heran melihat clara yang hanya merenung
“Gak ahh, kamu aja deh yang ke
kantin”, tolak clara yang kembali melanjutkan membaca bukunya
“Hemmhh, yaudah deh”
---SKIP--- biar cepet ya
----Kriiinggg---- bel pulang sekolah pun berbunyi
“Clara, pulang bareng yukk?”,
ajak iqbaal
“Ma,,” “eecciyyee iqbaal
lopelope”, ledek babas yang tak tau darimana asalnya langsung main nylonong aja
:D
“Apaan sih lo bas?”, jawab iqbaal
“Maaf baale, mungkin lain kali
ya”, clara langsung mengambil tas dan pergi meninggalkan iqbaal dan bastian
“yahh, garagara kamu nii, clara
gak jadi pulang bareng gue kan (-_-)”,
“hahaha sorry2. Udah yukk cin”,
sambil memeluk bahu iqbaal
“X_X gaje”,
---SKIP---
@Rumah Clara
“Mau kemana sayang?”, tanya mama
clara
“mau kerumah salsa mah, mau
tengokin dia”,
“Ohh, hati2 ya. Kalo udah selesai
tengokin langsung pulang ya?”
“Iya mah”
--------------------@Rumah
Salsa----------------
*tookk tokk tokkk*
“Iya sebentar”
“Eh clara, ada apa? Nyari salsa
ya?”
“Emhh iya tante”
“Ohh ayoo masuk masuk, salsanya
ada di kamar, masuk aja gpp”
"Oh iya tante"
“Salsa”, panggil clara dengan
lirih seraya membuka pintu kamar salsa
“Eh ada clara, ayoo masuk”, ajak
salsa yang mengetahui kedatangan clara
“Gimana keadaan kamu? Aku galau
tau gak ada kamu”, kata clara
“Hahahh, , segitunya kamu :D aku
udah mendingan kok palingan juga besok udah masuk, lagian baru juga sehari kamu
udah lebay gitu gimana kalo seminggu, nahlo?” ledek salsa
“Ihh salsa kok gitu sh? Itu
tandanya aku peduli sama kamu (-_-!)”
“Wkwk, , iyaiya makasih ya kamu
udah peduli sama aku :)”, ucap salsa
Setelah berbincang-bincang cukup
lama clara akhirnya pulang. Keeseokan harinya clara dan salsa pergi kesekolah
bersama. Saat di sekolah, entah mengapa sedari tadi salsa memandangi iqbaal tak
henti2nya. Berdebar, gugup, salah tingkah, dan ragu itulah yang ia rasakan
setiap kali ia melihat iqbaal. Salsa bingung, ia melihat iqbaal hanya suka
dengan clara sahabatnya, dan mungkin juga clara juga suka pada iqbaal.
Tiba-tiba......
“Hey,, kamu ngapain masih bengong
disitu? Ayo masuk”, kata kata clara seakan membuyarkan lamunannya
“Ohh iyaiya”. Mereka berdua
akhirnya masuk kedalam kelas.
-----SKIP----- (Biar tu de poin
aja :D)
*Pulang Sekolah
“Clara”, panggil seseorang dari
belakang “Pulang bareng yukk, pliss \”/”, iqbaal mengajak clara pulang untuk
kesekian kalinya
“Tapii salsa?”, tanya clara
bimbang
“Aku gpp kok, kamu
pulang aja sama iqbaal”, sahut salsa yang tibatiba datang “Udah kalian pulang
bareng aja, biar aku pulang bareng babas aja :’)”
“Beneran nh gpp?”, tanya clara
sekali lagi untuk meyakinkan semuanya
“Iya”
Akhirnya iqbaal pulang bersama
clara, dan salsa pulang bersama bastian. Keduanya samasama pulang bersama
dengan sosok yang mereka idamkan. Iqbaal bersama clara dan bastian bersama
salsa. Namun ada suatu perasaan yang mengganjal diantara mereka. Jujur, yah
jujur, salsa tak bisa jujur kalo sebenarnya ia sangat menginkan pulang bersama
iqbaal, namun demi sebuah persahabatan ia rela. Suasana yang berbeda juga
dirasakan antara keduanya, salsa bersama bastian menikmati suasana yang dingin
tak ada sebuah perbincangan di dalam mobil, hanya suara kendaraan yang
mengiringi mereka sampai di rumah. Lain dengan iqbaal dan clara, sepanjang
jalan mereka berbincang2, berseda gurau, dengan modal sepeda milik
iqbaal, mereka bisa tersenyum tanpa ada suatu persandiwaraan.
Akhirnya clara sampai di rumah
dan langsung masuk kerumah dengan kata “Makasih baale”, dan tersenyum ria.
Sementara salsa ia hanya berkata “Thanks”, dengan senyum yang sandiwara.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam harinya clara menelpon
salsa. Dengan perasaan senang dan blakblakan ia menceritakan semuanya.
*Pembicaraan dalam telpon*
“Salsaaaaaa, ya ampunn suer deh
akuu seneng banget tadi. Bersendagurau, ngobrol, bahkan aku tadi digombalin
sama iqbaal. Waaww bangett ({}) oh ya gimana kamu tadi sama bastian? Dia
kelihatannya suka lohh sama kamu :p ciyyeee”, tak sadar perkataannya itu
membuat salsa merasa terpukul. Ia tak tau harus bicara apalagi selain “Ohh iya,
aku turut bahagia :)”. *tuuttttuuuttuuuttt* Telpon terputus. “Yahh gimana sh
salsa, kok diputus telponnya?” clara merasa ada sesuatu yang gak beres pada
salsa. Ia berencana menanyakannya besok di sekolah.
*Keesokan harinya
@Sekolah
“Salsa”, panggil clara
“Kemaren kenapa kok telpon ku
dimatiin sh? Kan aku belom selesai bicara?”, tanya clara. Salsa hanya diam dan
segera menghindar dari clara, agar clara tidak curiga dengan sikapnya.
-----SKIP-----
@Kantin
“Oh ya ada yang tau salsa gak?”,
tanya bastian pada semuanya
“Lah bukannya tadi sama kamu
bas?”, jawab bang kiki yang balik nanya
“Iya tadi memang sama aku tapi
setelah itu, dia bilang mau ke kantin. Yaudah”, jawab babas
“Tapi dia tadi gak kesini kok”,
sahut clara yang datang sambil membawa makanan
“Nah itu dia datang”, kata bang
kiki gaje
“Apaan bang?” tanya aldi bingung
“Makannannya”, jawab bang kiki
meringis *jedaarrr
“Yaahhh”, keluh semuanya serempak
“Aku kira salsa”, kata babas
sambil menunduk
Tiba-tiba.. *kau bidadari jatuh
dari surga dihadapanku eeeaa* nada dering pada hp clara berbunyi dan ternyata
itu dari mama nya salsa
“Iya halo tante”
“Clara kamu cepat ke rumah sakit ya”
“Lah, siapa yang sakit tante?”
“Pokoknya kamu ke rumah sakit sekarang”
“ii,,iii, iya tante”
“Ada apa ra?”, tanya babas
“Mamanya salsa nyuruh aku kerumah
sakit sekarang”, jawab clara panik
“Siapa yang sakit?”, tanya bang
kiki yang dari tadi makan melulu :D
“Gak tau, pokoknya aku disuruh
kesana”,
“Aku ikut ya?”, kata iqbaal
“Gak usah kalian disini aja, aku
buruburu, soalnya tadi mamanya salsa panik gitu”,
“Aku ikut kamu ya ra?” tanya
ivana
“Yaudah yukk”,
Lalu ivana dan clara pergi
kerumah sakit. Di perjalannan clara terus bertanya2 dalam hatinya, sebenarnya
apa yang terjadi?
Lalu sampailah clara dan ivana
dirumah sakit. Kemudian mereka mencari mama salsa. Dan akhirnya mereka bertemu
dengan mama salsa.
“Tante sebenernya ini ada
apasih?”, tanya clara panik
“Ayo kalian ikut tante”, kemudian
mama salsa mengajak mereka bertemu dengan someone. Tibatiba....
“Salsa?”,”Salsa?”, clara dan
ivana masih tak mengerti dengan semua ini
“Salsa tadi pingsan, dan kata dokter
dia kembali”, jawab mama salsa dan seketika air matanya menetes
“Dia? Maksud tante?”, clara masih
bingung dan tak mengerti dengan semua ini.
“Kanker yang selama ini difonis
dokter telah hilang dari tubuhnya, kini kembali dan kali ini lebih parah”, mama
salsa tak bisa menahan tangis
“Apa? Kanker? Kenapa salsa tak
pernah ceritakan ini sama aku?”,
“Tante menemukan ini laci belajar
salsa”,
“Buku Diary?”,
“Iya, coba kamu baca”
Dari semua tulisan, katakata di
diary salsa yang paling membuat clara terkejut adalah “Ya Tuhan, kini mungkin
adalah malam terakhir dimana aku menulis diary. Aku rasa dia semakin merusak
tubuhku, aku semakin lemah, tapi aku harus tetap semangat dan kuat di hadapan
yang lainnya terutama clara. Aku tak ingin dia tau tentang penyakitku ini. Aku
sangat menyayangi dia, dia lebih dari apapun. Mungkin aku takkan lama lagi ada
di dunia ini. Disisa akhir hidupku aku ingin semua yang aku sayang ada
disisiku, termasuk iqbaal. Mungkin selama ini aku hanya bisa melihatnya dari
jauh tanpa mengungkapkan apa yang aku rasa. Dan kini mungkin dia telah menjadi
milik sahabatku Clara. Aku lihat ekspresinya, cara bicaranya sangat
meyakinkanku bahwa clara juga suka dengan iqbaal, tapi biarlah dia lebih pantas
daripada aku yang hanya terbaring lemah dan tak berdaya. Besok aku harus
sekolah, karena aku tak ingin membuat clara panik seperti kemaren”
“Salsaaa”, batin clara dan air
matanya kini mulai menetes. Ia tak menyangka bahwa selama ini salsa juga suka
dengan iqbaal. Dan kini ia hanya bisa mengikhlaskan iqbaal untuk salsa disisa
hidup sahabatnya itu.
“Clara?”, terdengar suara salsa
yang tersadar memanggil clara
“Salsa,,, kamu kenapa selama ini
gak mau cerita sama aku sih tentang penyakit kamu ini?”, tanya clara sambil
menangis
“Jangan nangis, kalo kamu nangis jelek
tau”, salsa menghusap air mata yang membasahi pipi clara
“Salsaa aku serius”,
“Maafin aku ya, aku gak ingin
kamu sedih. Aku sayang sama kamu clara.”
“Tapikan gak harus dengan cara
kamu sembunyikan ini semua dari aku?”
“Maaf ya :’). Oh ya kasih ini untuk
iqbaal ya?”
“Iya aku akan kasih ini untuk
dia, yang terpenting sekarang adalah kamu sembuh sa”
“Iya”
----SKIP----
Keesokan harinya dan kebetulan
hari ini adalah hari minggu. Clara mengajak iqbaal ketemuan di sebuah taman.
“Haii, tumben kamu ajak aku ketemuan
disini. Ada apa?”, kata iqbaal baru datang dan terlihat wajahnya berbunga bunga
“Ini”, jawab clara singkat
“Apa ini?”, tanya iqbaal bingung
“Itu surat dari salsa untuk
kamu.”,
“Kenapa dia gak ngasih sendiri?”
“Sudah jangan banyak tanya, aku
mau pulang. Dan jangan lupa baca surat itu!”
“Tapi...?" "Clara kenapa sih aneh
banget”, batin iqbaal
Pertemuan mereka sangat singkat,
karena clara tau kedekatannya dengan iqbaal hanya membuat keadaan salsa semakin
parah.
Sesampainya dirumah, iqbaal
langsung masuk kamar, kunci pintu, baca surat
Isi suratnya adalah,
“Ketika bunga itu ditanam dan dirawat dengan baik, maka bunga
itu akan tumbuh besar dan sempurna namun jika bunga itu hanya ditanam dan
dibiarkan saja maka bunga itu akan mati. Sama seperti aku, aku telah menanam
bunga. Bunga itu kurawat dengan baik, dan sekarang bunga itu telah mekar dengan
sempurna. Namun sayang bunga itu tak ada yang miliki, dan hanya aku simpan dan
akhirnya layu. Sejujurnya sudah lama aku memendam perasaan denganmu baale, tapi
aku takut mengatakannya padamu. Aku takut kamu menghindar dariku. Berteman
denganmu pun itu lebih dari cukup. Iqbaal sekarang aku sedang berjuang antara
hidup dan mati. Aku ingin disisa akhir hidupku kamu datang dan memelukku. Aku
ingin mati dipelukkanmu baale. Tapi aku sadar mungkin kamu tidak akan datang,
karena kamu akan datang jika sekarang clara yang sakit. Aku sekarang sedang
bermimpi kau hadir dan memelukku dengan hangat. *Iqbaal walau nanti aku telah
tiada jangan lupakan aku sebagai temanmu, sampaikan juga pada semuanya,
kenanglah aku sebagaimana layaknya. Friendship
is Beautiful”
“Salsaaa”, iqbaal tak percaya dan
ia tak menyangka bahwa selama ini salsa suka padanya. Iqbaal kemudian pergi
kerumah sakit untuk memenuhi permintaan terakhir salsaa.
-----SKIP-----
@Rumah Sakit
“Salsaa”, iqbaal datang dan
tibatiba memeluk salsa dengan erat. Clara, dia senang bisa melakukan sesuatu
yang berharga untuk sahabatnya, walaupun ia harus mengorbankan perasaannya.
“Ini mimpi”, kata kata bodoh
keluar dari mulut salsa
“Jangan bodoh, ini bukan mimpi.
Aku terima cinta kamu”, sebuah katakata yang tak dapat ia ungkapkan lagi.
Itulah yang diimpikan salsa sejak dulu, iqbaal menerima cintanya, walau kini
kondisinya seperti ini.
“Kau bercandakan?”
“Aku serius salsaaa”
“:’)”
“Kamu harus sembuh demi aku dan
semuanya”
“Iya iqbaal, pasti”
-----SKIP-----
Beberapa hari telah dilewati.
Salsa merasa sangat senang dan lega karena kini cintanya terbalaskan oleh
iqbaal. Hubungan mereka makin hari makin erat. Dan kini tiba saatnya.
“Iqbaal, sekarang aku udah bisa
pergi dengan tenang”
“Kau ini bicara apa? Kamu pasti
sembuh. Pasti salsa”
Tibatiba salsa memeluk iqbaal
dengan erat, sangat erat dari biasanya
“Aku ingin mati dipelukkanmu
baale untuk terakhir kalinya”
“Ngga, kamu gakkan akan pergi.
Aku takkan membiarkan kamu pergi”
“Tapi kondisiku semakin lemah”
Pelukkan salsa ke iqbaal semakin
erat. Tibatiba pelukkan itu mulai berkurang, hingga akhirnya...
“Salsa? Salsa? Salsa bangun
salsa”
“Dia sudah pergi”, kata clara
yang melihat saat2 terakhir kepergian salsa
“NNNGGGAAAAA”, teriak iqbaal
histeris
“Salsa,, salsa,, salsa bangun
salsa. Kamu harus bangun, salsa pliss bangun”
“Percuma baale, karena salsa udah
tenang disana”, babas merasa sangat terpukul, karena ia tak mendapatkan cinta
salsa dan ditinggal pula oleh salsa
Kemudian iqbaal untuk terakhirnya
mencium kening salsa dan berkata “YOU is
my LOVE and I will not forget you FOREVER”
Dan kini iqbaal hanya bisa
mengenang dan menyimpan semua kenangan terindahnya bersama salsa. Kini saatnya
dia memulai kehidupan yang baru, dan belajar dari pengalaman. Akhirnya iqbaal
kembali kepada clara, bastian bersama ivana, sementara bang kiki dan aldy tetap
pada kesendiriannya. “Salsa, walaupun kamu udah pergi, tapi kamu tetap ada
dihatiku. Setiap malam kamu selalu jadi bintang yang menemani aku disetiap
malamku”. Itulah kata terakhir iqbaal setiap kali ia melihat foto salsa di
kamarnya.
THE END (Maaf ya kalo jelek,
amatiran :D)

0 komentar:
Posting Komentar