Selasa, 17 Juli 2012

Cerpen Surat Terakhir | By : Revita Putry

Diposting oleh Revita Putry di 04.11
Surat Terakhir

Pagi yang cerah, suara burung berkicauan, dan hembusan angin yang sepoi-sepoi menambah keindahan pagi hari gadis cantik bernama Clara. Dia bersekolah di SMA Negeri 47 Jakarta. Setiap pagi dia pergi ke sekolah bersama dengan sahabatnya Salsa. Namun hari ini ia tak pergi bersama salsa karena salsa sedang sakit.
---SKIP---
“Pagii clara”, sapa seseorang dari belakang
“Pagi juga baale”, jawab salsa lemas
“Kamu kenapa? Kok tumben ngga bersemangat gitu?”, tanya iqbaal heran
“Salsa sakit baale dan dia gak masuk hari ini. jadi aku gak ada temennya deh (-_-!)”,
“Tenang aja kan ada aku”, jawab iqbaal dengan rayuannya
“Ahh iqbaal, orang lagi sedih juga. Udah ahh”, lalu clara pergi meninggalkan iqbaal.
Sepanjang hari itu clara hanya menyendiri dan lebih memilih membaca buku dikelas.
“Clara ke kantin yukk”, ajak ivana yang sedari tadi heran melihat clara yang hanya merenung
“Gak ahh, kamu aja deh yang ke kantin”, tolak clara yang kembali melanjutkan membaca bukunya
“Hemmhh, yaudah deh”
---SKIP--- biar cepet ya
----Kriiinggg---- bel pulang sekolah pun berbunyi
“Clara, pulang bareng yukk?”, ajak iqbaal
“Ma,,” “eecciyyee iqbaal lopelope”, ledek babas yang tak tau darimana asalnya langsung main nylonong aja :D
“Apaan sih lo bas?”, jawab iqbaal
“Maaf baale, mungkin lain kali ya”, clara langsung mengambil tas dan pergi meninggalkan iqbaal dan bastian
“yahh, garagara kamu nii, clara gak jadi pulang bareng gue kan (-_-)”,
“hahaha sorry2. Udah yukk cin”, sambil memeluk bahu iqbaal
“X_X gaje”,
---SKIP---
@Rumah Clara
“Mau kemana sayang?”, tanya mama clara
“mau kerumah salsa mah, mau tengokin dia”,
“Ohh, hati2 ya. Kalo udah selesai tengokin langsung pulang ya?”
“Iya mah”
--------------------@Rumah Salsa----------------
*tookk tokk tokkk*
“Iya sebentar”
“Eh clara, ada apa? Nyari salsa ya?”
“Emhh iya tante”
“Ohh ayoo masuk masuk, salsanya ada di kamar, masuk aja gpp”
"Oh iya tante"
“Salsa”, panggil clara dengan lirih seraya membuka pintu kamar salsa
“Eh ada clara, ayoo masuk”, ajak salsa yang mengetahui kedatangan clara
“Gimana keadaan kamu? Aku galau tau gak ada kamu”, kata clara
“Hahahh, , segitunya kamu :D aku udah mendingan kok palingan juga besok udah masuk, lagian baru juga sehari kamu udah lebay gitu gimana kalo seminggu, nahlo?” ledek salsa
“Ihh salsa kok gitu sh? Itu tandanya aku peduli sama kamu (-_-!)”
“Wkwk, , iyaiya makasih ya kamu udah peduli sama aku :)”, ucap salsa
Setelah berbincang-bincang cukup lama clara akhirnya pulang. Keeseokan harinya clara dan salsa pergi kesekolah bersama. Saat di sekolah, entah mengapa sedari tadi salsa memandangi iqbaal tak henti2nya. Berdebar, gugup, salah tingkah, dan ragu itulah yang ia rasakan setiap kali ia melihat iqbaal. Salsa bingung, ia melihat iqbaal hanya suka dengan clara sahabatnya, dan mungkin juga clara juga suka pada iqbaal. Tiba-tiba......
“Hey,, kamu ngapain masih bengong disitu? Ayo masuk”, kata kata clara seakan membuyarkan lamunannya
“Ohh iyaiya”. Mereka berdua akhirnya masuk kedalam kelas.
-----SKIP----- (Biar tu de poin aja :D)
*Pulang Sekolah
“Clara”, panggil seseorang dari belakang “Pulang bareng yukk, pliss \”/”, iqbaal mengajak clara pulang untuk kesekian kalinya
“Tapii salsa?”, tanya clara bimbang
“Aku gpp kok, kamu pulang aja sama iqbaal”, sahut salsa yang tibatiba datang “Udah kalian pulang bareng aja, biar aku pulang bareng babas aja :’)”
“Beneran nh gpp?”, tanya clara sekali lagi untuk meyakinkan semuanya
“Iya”
Akhirnya iqbaal pulang bersama clara, dan salsa pulang bersama bastian. Keduanya samasama pulang bersama dengan sosok yang mereka idamkan. Iqbaal bersama clara dan bastian bersama salsa. Namun ada suatu perasaan yang mengganjal diantara mereka. Jujur, yah jujur, salsa tak bisa jujur kalo sebenarnya ia sangat menginkan pulang bersama iqbaal, namun demi sebuah persahabatan ia rela. Suasana yang berbeda juga dirasakan antara keduanya, salsa bersama bastian menikmati suasana yang dingin tak ada sebuah perbincangan di dalam mobil, hanya suara kendaraan yang mengiringi mereka sampai di rumah. Lain dengan iqbaal dan clara, sepanjang jalan mereka berbincang2, berseda gurau, dengan modal sepeda milik iqbaal, mereka bisa tersenyum tanpa ada suatu persandiwaraan.
Akhirnya clara sampai di rumah dan langsung masuk kerumah dengan kata “Makasih baale”, dan tersenyum ria. Sementara salsa ia hanya berkata “Thanks”, dengan senyum yang sandiwara.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam harinya clara menelpon salsa. Dengan perasaan senang dan blakblakan ia menceritakan semuanya.
*Pembicaraan dalam telpon*
“Salsaaaaaa, ya ampunn suer deh akuu seneng banget tadi. Bersendagurau, ngobrol, bahkan aku tadi digombalin sama iqbaal. Waaww bangett ({}) oh ya gimana kamu tadi sama bastian? Dia kelihatannya suka lohh sama kamu :p ciyyeee”, tak sadar perkataannya itu membuat salsa merasa terpukul. Ia tak tau harus bicara apalagi selain “Ohh iya, aku turut bahagia :)”. *tuuttttuuuttuuuttt* Telpon terputus. “Yahh gimana sh salsa, kok diputus telponnya?” clara merasa ada sesuatu yang gak beres pada salsa. Ia berencana menanyakannya besok di sekolah.
*Keesokan harinya
@Sekolah
“Salsa”, panggil clara
“Kemaren kenapa kok telpon ku dimatiin sh? Kan aku belom selesai bicara?”, tanya clara. Salsa hanya diam dan segera menghindar dari clara, agar clara tidak curiga dengan sikapnya.
-----SKIP-----
@Kantin
“Oh ya ada yang tau salsa gak?”, tanya bastian pada semuanya
“Lah bukannya tadi sama kamu bas?”, jawab bang kiki yang balik nanya
“Iya tadi memang sama aku tapi setelah itu, dia bilang mau ke kantin. Yaudah”, jawab babas
“Tapi dia tadi gak kesini kok”, sahut clara yang datang sambil membawa makanan
“Nah itu dia datang”, kata bang kiki gaje
“Apaan bang?” tanya aldi bingung
“Makannannya”, jawab bang kiki meringis *jedaarrr
“Yaahhh”, keluh semuanya serempak
“Aku kira salsa”, kata babas sambil menunduk
Tiba-tiba.. *kau bidadari jatuh dari surga dihadapanku eeeaa* nada dering pada hp clara berbunyi dan ternyata itu dari mama nya salsa
“Iya halo tante”
“Clara kamu cepat ke rumah sakit ya”
“Lah, siapa yang sakit tante?”
“Pokoknya kamu ke rumah sakit sekarang”
“ii,,iii, iya tante”
“Ada apa ra?”, tanya babas
“Mamanya salsa nyuruh aku kerumah sakit sekarang”, jawab clara panik
“Siapa yang sakit?”, tanya bang kiki yang dari tadi makan melulu :D
“Gak tau, pokoknya aku disuruh kesana”,
“Aku ikut ya?”, kata iqbaal
“Gak usah kalian disini aja, aku buruburu, soalnya tadi mamanya salsa panik gitu”,
“Aku ikut kamu ya ra?” tanya ivana
“Yaudah yukk”,
Lalu ivana dan clara pergi kerumah sakit. Di perjalannan clara terus bertanya2 dalam hatinya, sebenarnya apa yang terjadi?
Lalu sampailah clara dan ivana dirumah sakit. Kemudian mereka mencari mama salsa. Dan akhirnya mereka bertemu dengan mama salsa.
“Tante sebenernya ini ada apasih?”, tanya clara panik
“Ayo kalian ikut tante”, kemudian mama salsa mengajak mereka bertemu dengan someone. Tibatiba....
“Salsa?”,”Salsa?”, clara dan ivana masih tak mengerti dengan semua ini
“Salsa tadi pingsan, dan kata dokter dia kembali”, jawab mama salsa dan seketika air matanya menetes
“Dia? Maksud tante?”, clara masih bingung dan tak mengerti dengan semua ini.
“Kanker yang selama ini difonis dokter telah hilang dari tubuhnya, kini kembali dan kali ini lebih parah”, mama salsa tak bisa menahan tangis
“Apa? Kanker? Kenapa salsa tak pernah ceritakan ini sama aku?”,
“Tante menemukan ini laci belajar salsa”,
“Buku Diary?”,
“Iya, coba kamu baca”
Dari semua tulisan, katakata di diary salsa yang paling membuat clara terkejut adalah “Ya Tuhan, kini mungkin adalah malam terakhir dimana aku menulis diary. Aku rasa dia semakin merusak tubuhku, aku semakin lemah, tapi aku harus tetap semangat dan kuat di hadapan yang lainnya terutama clara. Aku tak ingin dia tau tentang penyakitku ini. Aku sangat menyayangi dia, dia lebih dari apapun. Mungkin aku takkan lama lagi ada di dunia ini. Disisa akhir hidupku aku ingin semua yang aku sayang ada disisiku, termasuk iqbaal. Mungkin selama ini aku hanya bisa melihatnya dari jauh tanpa mengungkapkan apa yang aku rasa. Dan kini mungkin dia telah menjadi milik sahabatku Clara. Aku lihat ekspresinya, cara bicaranya sangat meyakinkanku bahwa clara juga suka dengan iqbaal, tapi biarlah dia lebih pantas daripada aku yang hanya terbaring lemah dan tak berdaya. Besok aku harus sekolah, karena aku tak ingin membuat clara panik seperti kemaren”
“Salsaaa”, batin clara dan air matanya kini mulai menetes. Ia tak menyangka bahwa selama ini salsa juga suka dengan iqbaal. Dan kini ia hanya bisa mengikhlaskan iqbaal untuk salsa disisa hidup sahabatnya itu.
“Clara?”, terdengar suara salsa yang tersadar memanggil clara 
“Salsa,,, kamu kenapa selama ini gak mau cerita sama aku sih tentang penyakit kamu ini?”, tanya clara sambil menangis
“Jangan nangis, kalo kamu nangis jelek tau”, salsa menghusap air mata yang membasahi pipi clara
“Salsaa aku serius”,
“Maafin aku ya, aku gak ingin kamu sedih. Aku sayang sama kamu clara.”
“Tapikan gak harus dengan cara kamu sembunyikan ini semua dari aku?”
“Maaf ya :’). Oh ya kasih ini untuk iqbaal ya?”
“Iya aku akan kasih ini untuk dia, yang terpenting sekarang adalah kamu sembuh sa”
“Iya”
----SKIP----
Keesokan harinya dan kebetulan hari ini adalah hari minggu. Clara mengajak iqbaal ketemuan di sebuah taman.
“Haii, tumben kamu ajak aku ketemuan disini. Ada apa?”, kata iqbaal baru datang dan terlihat wajahnya berbunga bunga
“Ini”, jawab clara singkat
“Apa ini?”, tanya iqbaal bingung
“Itu surat dari salsa untuk kamu.”,
“Kenapa dia gak ngasih sendiri?”
“Sudah jangan banyak tanya, aku mau pulang. Dan jangan lupa baca surat itu!”
“Tapi...?" "Clara kenapa sih aneh banget”, batin iqbaal
Pertemuan mereka sangat singkat, karena clara tau kedekatannya dengan iqbaal hanya membuat keadaan salsa semakin parah.
Sesampainya dirumah, iqbaal langsung masuk kamar, kunci pintu, baca surat
Isi suratnya adalah,
“Ketika bunga itu ditanam dan dirawat dengan baik, maka bunga itu akan tumbuh besar dan sempurna namun jika bunga itu hanya ditanam dan dibiarkan saja maka bunga itu akan mati. Sama seperti aku, aku telah menanam bunga. Bunga itu kurawat dengan baik, dan sekarang bunga itu telah mekar dengan sempurna. Namun sayang bunga itu tak ada yang miliki, dan hanya aku simpan dan akhirnya layu. Sejujurnya sudah lama aku memendam perasaan denganmu baale, tapi aku takut mengatakannya padamu. Aku takut kamu menghindar dariku. Berteman denganmu pun itu lebih dari cukup. Iqbaal sekarang aku sedang berjuang antara hidup dan mati. Aku ingin disisa akhir hidupku kamu datang dan memelukku. Aku ingin mati dipelukkanmu baale. Tapi aku sadar mungkin kamu tidak akan datang, karena kamu akan datang jika sekarang clara yang sakit. Aku sekarang sedang bermimpi kau hadir dan memelukku dengan hangat. *Iqbaal walau nanti aku telah tiada jangan lupakan aku sebagai temanmu, sampaikan juga pada semuanya, kenanglah aku sebagaimana layaknya. Friendship is Beautiful
“Salsaaa”, iqbaal tak percaya dan ia tak menyangka bahwa selama ini salsa suka padanya. Iqbaal kemudian pergi kerumah sakit untuk memenuhi permintaan terakhir salsaa.
-----SKIP-----
@Rumah Sakit
“Salsaa”, iqbaal datang dan tibatiba memeluk salsa dengan erat. Clara, dia senang bisa melakukan sesuatu yang berharga untuk sahabatnya, walaupun ia harus mengorbankan perasaannya.
“Ini mimpi”, kata kata bodoh keluar dari mulut salsa
“Jangan bodoh, ini bukan mimpi. Aku terima cinta kamu”, sebuah katakata yang tak dapat ia ungkapkan lagi. Itulah yang diimpikan salsa sejak dulu, iqbaal menerima cintanya, walau kini kondisinya seperti ini.
“Kau bercandakan?”
“Aku serius salsaaa”
“:’)”
“Kamu harus sembuh demi aku dan semuanya”
“Iya iqbaal, pasti”
-----SKIP-----
Beberapa hari telah dilewati. Salsa merasa sangat senang dan lega karena kini cintanya terbalaskan oleh iqbaal. Hubungan mereka makin hari makin erat. Dan kini tiba saatnya.
“Iqbaal, sekarang aku udah bisa pergi dengan tenang”
“Kau ini bicara apa? Kamu pasti sembuh. Pasti salsa”
Tibatiba salsa memeluk iqbaal dengan erat, sangat erat dari biasanya
“Aku ingin mati dipelukkanmu baale untuk terakhir kalinya”
“Ngga, kamu gakkan akan pergi. Aku takkan membiarkan kamu pergi”
“Tapi kondisiku semakin lemah”
Pelukkan salsa ke iqbaal semakin erat. Tibatiba pelukkan itu mulai berkurang, hingga akhirnya...
“Salsa? Salsa? Salsa bangun salsa”
“Dia sudah pergi”, kata clara yang melihat saat2 terakhir kepergian salsa
“NNNGGGAAAAA”, teriak iqbaal histeris
“Salsa,, salsa,, salsa bangun salsa. Kamu harus bangun, salsa pliss bangun”
“Percuma baale, karena salsa udah tenang disana”, babas merasa sangat terpukul, karena ia tak mendapatkan cinta salsa dan ditinggal pula oleh salsa
Kemudian iqbaal untuk terakhirnya mencium kening salsa dan berkata “YOU is my LOVE and I will not forget you FOREVER
Dan kini iqbaal hanya bisa mengenang dan menyimpan semua kenangan terindahnya bersama salsa. Kini saatnya dia memulai kehidupan yang baru, dan belajar dari pengalaman. Akhirnya iqbaal kembali kepada clara, bastian bersama ivana, sementara bang kiki dan aldy tetap pada kesendiriannya. “Salsa, walaupun kamu udah pergi, tapi kamu tetap ada dihatiku. Setiap malam kamu selalu jadi bintang yang menemani aku disetiap malamku”. Itulah kata terakhir iqbaal setiap kali ia melihat foto salsa di kamarnya.



THE END (Maaf ya kalo jelek, amatiran :D)

0 komentar:

Posting Komentar

 

You Only Live Once Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea